Selasa, 28 Juni 2011

Majikan dan sopir


Suatu hari 2 orang pejabat sedang meeting di sebuah cafe, kedua pejabat itu menceritakan kebodohan Supirnya masing-masing

Pejabat1: eeh..lo tau gak, sopir gue tuh yeeh bego banget!!
Pejabat2: sopirr gue apalagi,sama anak monyet juga masih begoan die.
Pejabat1: nih yeeh gue panggil sopir gue. pirrrrrrrrrrrr!! (memanggil sopirnya)
Sopir1: ada apa tuan??
Pejabat1: pir..tolong dong lo beliin gue MOBIL BMW sekarang, nih duitnya! (si pejabat1 memberikan uang Seribu perak)
Sopir1: hoo okee. Siappp gan !! (si supir pun berlari)
Pejabat1: tuhh kan…begoo bangeeet sopir gue!!
Pejabat2: aah ntu mah gak ada apa-apanya….nih yah sopir gue.pirrrrrrrrrr sini (memanggil sopirnya)
Sopir: iya tuan ada apa?
Pejabat2: pirr coba tolong kamu cek ke rumah ..saya ada di rumah gak! cepet sekarang.
Sopir2: oh iyaa…tuan siap.
pejabat1&2: JIAHAHAHAAHAHAHAA ..

Di tempat parkir kedua sopir tersebut bertemu
Sopir1: heeh mau kemane lo?
Sopir2: ini gue kesel bener dah..kok punya majikan Bego amat.
Sopir1: aah begoan mana sama majikann gue coba,masa majikann gue nyuruh gue beli MOBIL BMW pake duit serebu perak…uda jelas-jelas kan toko-toko pada tutup,sekarang ini hari libur.
Sopir2: aaah..masih begoan majikan gue.masa dia nyuruh gue pulang ke rumah buat nyari dia ada apa enggak di rumah,padahal kan dia punya HP..kenapa ga dia telpon ke rumah aja.

Kakek Nyeleneh


Di sebuah rumah sakit ternama seorang kakek yg akan menemui ajalnya memohon sesuatu kepada sanak keluarganya untuk yang terakhir kali agar bisa mencium bendera Afganistan, kontan saja suasana seluruh ruangan menjadi gaduh. Keluarga mengeluh, malam2 begini bagaimana cara mendapatkan bendera afganistan yang memang kurang populer dan susah dicari, tetapi ini permintaan terakhir, keluaga harus bisa mengabulkannya degan cara apapun!
Namun akhirnya ada seorang suster yang baik hati memberi solusi. Dengan malu2 ia pun mendekati salah satu anggota keluarga.

Suster : “saya punya bendera afganistan, tetapi saya tattoo di bokong (ma’af pantat) saya!!!”.., suasana pun semakin gaduh. Seluruh keluarga pun berembuk.

Keluarga : “baiklah suster berapapun harganya kami akan bayar, asalkan kakek bisa pergi dgn tenang..ke sisi-NYA”
Dengan perasaan khidmad, haru dan mata yg berkaca-kaca sang kakek mencium bendera Afganistan itu..

Kakek : Dengan suara bergetar…….“suster, berbaliklah saya juga mau cium Osama Bin Ladien..”

HAKEKAT CINTA DALAM ISLAM ( Sumber Renungan Kisah Inspiratif )


Kata pujangga cinta letaknya di hati. Meskipun tersembunyi, namun getarannya tampak sekali. Ia mampu mempengaruhi pikiran sekaligus mengendalikan tindakan. Sungguh, Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat. Cintalah yang mampu melunakkan besi, menghancurkan batu karang, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dasyatnya cinta (Jalaluddin Rumi).
Namun hati-hati juga dengan cinta, karena cinta juga dapat membuat orang sehat menjadi sakit, orang gemuk menjadi kurus, orang normal menjadi gila, orang kaya menjadi miskin, raja menjadi budak, jika cintanya itu disambut oleh para pecinta palsu. Cinta yang tidak dilandasi kepada Allah. Itulah para pecinta dunia, harta dan wanita. Dia lupa akan cinta Allah, cinta yang begitu agung, cinta yang murni.
Cinta Allah cinta yang tak bertepi. Jikalau sudah mendapatkan cinta-Nya, dan manisnya bercinta dengan Allah, tak ada lagi keluhan, tak ada lagi tubuh lesu, tak ada tatapan kuyu. Yang ada adalah tatapan optimis menghadapi segala cobaan, dan rintangan dalam hidup ini. Tubuh yang kuat dalam beribadah dan melangkah menggapai cita-cita tertinggi yakni syahid di jalan-Nya.
Tak jarang orang mengaku mencintai Allah, dan sering orang mengatakan mencitai Rasulullah, tapi bagaimana mungkin semua itu diterima Allah tanpa ada bukti yang diberikan, sebagaimana seorang arjuna yang mengembara, menyebarangi lautan yang luas, dan mendaki puncak gunung yang tinggi demi mendapatkan cinta seorang wanita. Bagaimana mungkin menggapai cinta Allah, tapi dalam pikirannya selalu dibayang-bayangi oleh wanita/pria yang dicintai. Tak mungkin dalam satu hati dipenuhi oleh dua cinta. Salah satunya pasti menolak, kecuali cinta yang dilandasi oleh cinta pada-Nya.
Di saat Allah menguji cintanya, dengan memisahkanya dari apa yang membuat dia lalai dalam mengingat Allah, sering orang tak bisa menerimanya. Di saat Allah memisahkan seorang gadis dari calon suaminya, tak jarang gadis itu langsung lemah dan terbaring sakit. Di saat seorang suami yang istrinya dipanggil menghadap Ilahi, sang suami pun tak punya gairah dalam hidup. Di saat harta yang dimiliki hangus terbakar, banyak orang yang hijrah kerumah sakit jiwa, semua ini adalah bentuk ujian dari Allah, karena Allah ingin melihat seberapa dalam cinta hamba-Nya pada-Nya. Allah menginginkan bukti, namun sering orang pun tak berdaya membuktikannya, justru sering berguguran cintanya pada Allah, disaat Allah menarik secuil nikmat yang dicurahkan-Nya.
Itu semua adalah bentuk cinta palsu, dan cinta semu dari seorang makhluk terhadap Khaliknya. Padahal semuanya sudah diatur oleh Allah, rezki, maut, jodoh, dan langkah kita, itu semuanya sudah ada suratannya dari Allah, tinggal bagi kita mengupayakan untuk menjemputnya. Amat merugi manusia yang hanya dilelahkan oleh cinta dunia, mengejar cinta makhluk, memburu harta dengan segala cara, dan enggan menolong orang yang papah. Padahal nasib di akhirat nanti adalah ditentukan oleh dirinya ketika hidup didunia, Bersungguh-sungguh mencintai Allah, ataukah terlena oleh dunia yang fana ini. Jika cinta kepada selain Allah, melebihi cinta pada Allah, merupakan salah satu penyebab do’a tak terijabah.
Bagaimana mungkin Allah mengabulkan permintaan seorang hamba yang merintih menengadah kepada Allah di malam hari, namun ketika siang muncul, dia pun melakukan maksiat.
Bagaimana mungkin do’a seorang gadis ingin mendapatkan seorang laki-laki sholeh terkabulkan, sedang dirinya sendiri belum sholehah.
Bagaimana mungkin do’a seorang hamba yang mendambakan rumah tangga sakinah, sedang dirinya masih diliputi oleh keegoisan sebagai pemimpin rumah tangga..
Bagaimana mungkin seorang ibu mendambakan anak-anak yang sholeh, sementara dirinya disibukkan bekerja di luar rumah sehingga pendidikan anak terabaikan, dan kasih sayang tak dicurahkan.
Bagaimana mungkin keinginan akan bangsa yang bermartabat dapat terwujud, sedangkan diri pribadi belum bisa menjadi contoh teladan
Banyak orang mengaku cinta pada Allah dan Allah hendak menguji cintanya itu. Namun sering orang gagal membuktikan cintanya pada sang Khaliq, karena disebabkan secuil musibah yang ditimpakan padanya. Yakinlah wahai saudaraku kesenangan dan kesusahan adalah bentuk kasih sayang dan cinta Allah kepada hambanya yang beriman…
Dengan kesusahan, Allah hendak memberikan tarbiyah terhadap ruhiyah kita, agar kita sadar bahwa kita sebagai makhluk adalah bersifat lemah, kita tidak bisa berbuat apa-apa kecuali atas izin-Nya. Saat ini tinggal bagi kita membuktikan, dan berjuang keras untuk memperlihatkan cinta kita pada Allah, agar kita terhindar dari cinta palsu.
Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan hambanya yang betul-betul berkorban untuk Allah Untuk membuktikan cinta kita pada Allah, ada beberapa hal yang perlu kita persiapkan yaitu:
1) Iman yang kuat
2) Ikhlas dalam beramal
3) Mempersiapkan kebaikan Internal dan eksternal. kebaikan internal yaitu berupaya keras untuk melaksanakan ibadah wajib dan sunah. Seperti qiyamulail, shaum sunnah, bacaan Al-qur’an dan haus akan ilmu. Sedangkan kebaikan eksternal adalah buah dari ibadah yang kita lakukan pada Allah, dengan keistiqamahan mengaplikasikannya dalam setiap langkah, dan tarikan nafas disepanjang hidup ini. Dengan demikian InsyaAllah kita akan menggapai cinta dan keridhaan-Nya.

Pelajaran hidup di Stasiun Jatinegara


Ketika pulang tugas audit dari surabaya Kereta Argo angrek yang saya tumpangi dari Stasiun Pasar turi surabaya perlahan-lahan memasuki stasiun Jatinegara. Para penumpang yang akan turun di Jatinegara saya lihat sudah bersiap-siap di depan pintu, karena sudah di jemput oleh keluarga. suasana jatinegara penuh sesak seperti biasa.
Sementara itu, dari jendela, saya lihat beberapa orang porter/buruh angkut berlomba lebih dulu masuk ke kereta yang masih melaju. Mereka berpacu dengan kereta, persis dengan kehidupan mereka yang terus berpacu dengan tekanan kehidupan kota Jakarta. Saat kereta benar-benar berhenti, kesibukan penumpang yang turun dan porter yang berebut menawarkan jasa kian kental terasa. Sementara di luar kereta saya lihat kesibukan kaum urban yang akan menggunakan kereta. Mereka kebanyakan berdiri,karena fasilitas tempat duduk kurang memadai. Sebuah lagu lama PT. KAI yang selalu dan selalu diputar dengan setia.
Tiba-tiba terdengar suara anak kecil membuyarkan keasyikan saya mengamati perilaku orang-orang di Jatinegara. Saya lihat seorang bocah berumur sekitar 10 tahun berdiri disamping saya. Kondisi fisiknya menggambarkan tekanan kehidupan yang berat baginya.
Kulitnya hitam dekil dengan baju kumal dan robek-robek disana-sini. Tubuhnya kurus kering tanda kurang gizi. “Ya?” Tanya saya kepada anak itu karena saya tadi konsentrasi saya melihat orang-orang di luar kereta. “Maaf, apakah air minum itu sudah tidak bapak butuhkan ?” katanya dengan penuh sopan sambil jarinya menunjuk air minum di atas tempat makanan dan minum samping jendela. Pandangan saya segera mengikuti arah telunjuk si bocah. Oh, air minum dalam kemasan gelas dari katering kereta yang tidak saya minum. Saya bahkan sudah tidak peduli sama sekali dengan air itu. Semalam saya hanya minta air minum dalam kemasan gelas untuk jaga-jaga dan menolak nasi yang diberikan oleh pramugara. Perut saya sudah cukup terisi dengan makan di rumah.
“Tidak. Mau ? Nih…” kata saya sambil memberikan air minum kemasan gelas kepada bocah itu. Diterimanya air itu dengan senyum simpul. Senyum yang tulus.
Beberapa menit kemudian, saya lihat dari balik jendela kereta, bocah tadi berjalan beririringan dengan 3 orang temannya. Masing-masing membawa tas kresek di tangannya. Ke empat anak itu kemudian duduk melingkar dilantai emplasemen. Mereka duduk begitu saja. Mereka tidak repot-repot membersihkan lantai yang terlihat kotor. Masing- masing kemudian mengeluarkan isi tas kresek masing-masing.
Setelah saya perhatikan, rupanya isinya adalah “harta karun” yang mereka temukan di atas kereta. Saya lihat ada roti yang tinggal separoh, jeruk medan, juga separuh; sisa nasi catering kereta, dan air minum dalam kemasan gelas !
Selanjutnya dengan rukun mereka saling berbagi “harta karun” temuan mereka dari kereta. Saya lihat bocah paling besar menciumi nasi bekas catering kereta untuk memastikan apakah sudah basi atau belum. Tanpa menyentuh sisa makanan, kotak nasi itu kemudian disodorkan pada temannya. Oleh temannya, nasi sisa tersebut juga dibaui. Kemudian, dia tertawa dengan penuh gembira sambil mengangkat tinggi-tinggi sepotong paha ayam goreng. Saya lihat, paha ayam goreng itu sudah tidak utuh. Nampak jelas bekas gigitan seseorang.
Tapi si bocah tidak peduli, dengan lahap paha ayam itu dimakannya. Demikian juga makanan sisa lainnya. Mereka makan dengan penuh lahap. Sungguh, sebuah “pesta” yang luar biasa. Pesta kemudian diakhiri dengan berbagi air minum dalam kemasan gelas !
Menyaksikan itu semua, saya jadi tertegun. Saya lihat sendiri persis di depan mata, potret anak-anak kurang beruntung yang mencoba bertahan dari kerasnya kehidupan. Nampaknya hidup mereka adalah apa yang mereka peroleh hari itu. Hidup adalah hari ini. Esok adalah mimpi dan misteri.
Cita-cita ?
Masa Depan ? Lebih absurd lagi.
Bagi saya pribadi, pelajaran berharga yang saya petik adalah, bahwa saya harus makin pandai bersyukur atas segala rejeki dan nikmat yang diberikan oleh Tuhan. Dan tidak lagi memandang sepele hal yang nampak sepele, seperti misalnya: air minum kemasan gelas. Karena bisa jadi sesuatu yang bagi kita sepele, bagi orang lain sangat berarti.

Alasan Kepulangan Obama Dari Indonesia

Setelah tertunda 2 kali, Presiden Obama akhirnya bertandang ke Indonesia. Sayangnya beliau hanya 20 jam berada di Indonesia. Publik jadi bertanya-tanya kenapa Presiden Obama harus pulang secepat itu.
Dalam wawancara khusus dengan CNN, Presiden Obama akhirnya menyampaikan alasannya: Bahwa sebagai orang yang pernah tinggal di Indonesia, beliau sangat paham dengan aturan di Indonesia. Jika berkunjung lebih dari 1×24 jam, maka Presiden Obama wajib melapor ke RT/RW setempat.

Salim dan Ibu Muda

Si Salim naik busway dan duduk disebelah ibu muda cantik dan sexy.
Kebetulan ibu muda itu baru mulai hendak menyusui bayinya.
Tapi ketika si ibu muda hendak menyusui, si bayi menolaknya..
Si ibu muda berkata ” ayo sayang diminum, entar mama kasih sama om yg disebelah loh”…
Sepuluh menit kemudian bayi masih saja tidak mau minum asi.
Si ibu muda membujuk lagi “ayo dong sayang diminum susunya… nanti mama kasih om yg disebelah beneran loh…”
Tiba2 si Salim bicara kepada si ibu muda ” Dengar ya mbak..tolong mbak cepat ambil keputusan.. Saya mestinya sudah turun di 4 halte sebelumnya..”

Selasa, 21 Juni 2011

Kisah Keledai Pembawa Garam

Pada musim panas yang menyengat, seekor keledai berjalan dengan beberapa karung di atas punggungnya. Karung-karung itu berisi garam milik saudagar yang sedang berjalan di sampingnya. Garam-garam itu akan di jual ke kota di seberang sungai, dan si keledai bertanggung jawab mengangkut garam tersebut hingga sampai di kota yang dituju.

Karena rasa panas yang melanda, sang saudagar beristirahat sebentar di pinggir sebuah sungai kecil dan minum. Melihat hal itu, keledai pembawa garam juga berniat untuk minum dan beristirahat. Tetapi karena ceroboh, sang keledai terpeleset dan jatuh di ke dalam sungai. Susah payah dia bangkit, tetapi tidak bisa karena garam yang dia bawa cukup banyak.

Setelah agak lama, muatan garam di punggung keledai menyusut karena larut di dalam air sungai. Sang keledai kemudian berdiri dan mendapati karung-karung di punggungnya hampir kosong. "Wah garamnya larut, punggungku jadi ringan, apakah aku akan dimaafkan saudagar itu?" Karena sang keledai tidak sengaja, saudagar tidak marah.

Beberapa hari kemudian, sang keledai kembali membawa garam di punggungnya. Karena hari masih panas menyengat, sang keledai berniat untuk sengaja menjatuhkan dirinya ke dalam sungai. "Hore, karung-karung di punggungku jadi ringan." Sang saudagar menjadi jengkel, tetapi dia hanya diam saja dan tidak jadi menjual garam-garam itu. Ternyata sang keledai melakukan hal yang sama berkurang kali hingga sang saudagar marah besar, "Kau memang keledai malas," ujarnya. Sementara itu sang keledai tidak peduli, yang penting punggungnya tidak berat lagi.

Keesokan harinya, sang saudagar masih memakai sang keledai untuk pergi ke kota di seberang sungai. Beban di punggung keledai tidak seberat biasanya. Tetapi karena keledai itu memang malas, maka sekali lagi dia sengaja menjatuhkan dirinya ke dalam sungai. Lalu apa yang terjadi...

Beban di punggung sang keledai menjadi berkali-kali lipat. Ternyata sang saudagar tidak memasukkan garam ke dalam karung-karung itu, tetapi kapas. Kapas yang terkena air akan menyerap air sehingga berkali-kali lebih berat. Dengan demikian, sang keledai tetap membawa kapas-kapas yang telah menyerap air tersebut ke kota di seberang sungai.

Kerabat Imelda, bila Anda telah menerima sebuah tanggung jawab, maka selesaikan tanggung jawab itu dengan baik. Jangan sampai Anda berbuat curang karena tidak sanggup menanggung beban tanggung jawab tersebut, terlebih lagi sampai merugikan orang lain yang telah percaya bahwa Anda bisa menyelesaikan tanggung jawab tersebut dengan baik.

SUMBER: kapanlagi.com

Mulai Dari Yang Kecil

Sesaat setelah Booker T. Washington menjadi kepala Tuskee Institute di Alabama, ia berjalan melewati rumah sebuah keluarga kaya. Nyonya rumah itu, mengira Washington adalah salah satu pekerja kebun yang dipekerjakan suaminya, dia bertanya apakah Washington mau membelah kayu untuknya. Profesor Washington tersenyum, mengangguk, melepaskan jasnya dan membelah kayu.

Ternyata gadis pelayan mengenalinya dan berlari menemui majikannya untuk memberitahukan identitas Washington. Pagi berikutnya wanita itu muncul di kantor Washington untuk meminta maaf. Washington menjawab dengan murah hati, “Sama sekali tidak apa-apa, nyonya. Saya suka bekerja dan saya senang memberi pertolongan kepada teman-teman saya.”

Terkesan dengan kerendahan hati Washington, wanita ini memberi sumbangan yang besar kepada institut itu. Dia pun kemudian menggerakkan teman-temannya yang kaya untuk melakukan hal yang sama.

Orang besar selalu bersedia menjadi kecil. Kesediaan untuk melayani orang lain merupakan inti dari kepemimpinan sejati. Kerendahan hati itu nampak bukan melalui kalimat-kalimat indah yang diucapkan tetapi melalui kesediaan melakukan tindakan yang melayani dengan tulus.

SUMBER: dari milis motivasi

Gajah



Apakah Anda pernah menonton sirkus??? Setiap pertunjukan pasti selalu ada Gajah. Tapi apakah Anda tahu yang dilakukan Gajah tersebut selama masa latihan???

Standar pelatihan gajah sirkus: Ketika masih kecil, gajah sirkus dirantai kakinya, setiap akan jalan melangkah, dia terjatuh tertahan rantai, tersungkur.
Setelah berkali kali tersungkur, dia tidak lagi berani berjalan bila ada rantai di kakinya.

Waktu sudah dewasa, bila ada rantai di kakinya, maka gajah itupun tidak akan berani berjalan lagi. Padahal badannya sudah berubah besar dan tenaganya hebat, dan pasti rantai itu tidak akan mampu menahannya.

Sang gajah tidak berani mencoba berjalan lagi, karena dalam ingatannya dia akan tersungkur bila mencoba. Di otaknya ada rantai. Kakinya bisa dengan mudah merdeka, tetapi jiwanya terantai.

Kerabat Imelda...Kita dibentuk oleh rantai2 kaki dalam hidup kita. Keyakinan orang2 sekeliling kita, adat istiadat kita, ajaran dan pendidikan kita, menjadi rantai pengatur hidup kita, dan kita tidak perduli lagi walau itu telah usang, dan tidak benar lagi pada saat ini.

Setiap manusia berada pada penjara pengalamannya sendiri. Ketakutan dan kekhawatiran dan pembatasan terjadi karena kita terbentuk oleh masa lalu kita. Kita telah ditakdirkan berada didalam penjara jiwa kita.

Yang tidak kita sadari adalah pintu penjara sebenarnya telah lama bisa dibuka, gemboknya sudah terbuang, tetapi kita tidak lagi pernah mencoba membuka pintu itu, dengan asumsi bahwa kita pasti tidak mampu membukanya karena dulu kita tidak pernah mampu membukanya. Kita salah, seperti juga sang gajah. Sudah waktunya kita keluar dari penjara kita. Sekarang.

SUMBER: Tanadi Santoso - kisahinspiratif.com

Minggu, 19 Juni 2011

10 Perbedaan Boss dan Pemimpin


Seorang BOS menciptakan rasa takut dalam diri anak buahnya
Seorang PEMIMPIN membangun kepercayaan

Seorang BOS mengatakan “saya”.
Seorang PEMIMPIN mengatakan “kita”

Seorang BOS tahu bagaimana pekerjaan harus dilakukan.
Seorang PEMIMPIN tahu bagaimana suatu karier harus ditempa

Seorang BOS mengandalkan kekuasaan.
Seorang PEMIMPIN mengandalkan kerjasama.

Seorang BOS menyetir
Seorang PEMIMPIN memimpin

Seorang BOS menyalahkan
Seorang PEMIMPIN menyelesaikan masalah dan memperbaiki kesalahan

Seorang BOS menguasai 10% tenaga kerja bermasalah.
Seorang PEMIMPIN menguasai 90% tenaga kerja yang kooperatif.

Seorang BOS menyebabkan dendam bertumbuh.
Seorang PEMIMPIN memupuk antusiasme yang bertumbuh.

Seorang BOS menyebabkan pekerjaan menjemukan
Seorang PEMIMPIN menyebabkan pekerjaan menyenangkan/menarik

Seorang BOS melihat masalah sebagai musibah yang akan menghancurkan perusahaan
Seorang PEMIMPIN melihat masalah sebagai kesempatan yang dapat diatasi staff yang bersatu padu, dan berubah menjadi pertumbuhan.

INGAT. SEORANG BOS BERKATA, “PERGI!”
SEORANG PEMIMPIN BERKATA, “AYO PERGI”

SUMBER: Jimmi Wiwanto - kisahinspiratif.com

Efisiensi Waktu Dalam Memberi Makan Babi

Category: Humor Binatang

Ada seorang pria dari kota yang mengunjungi sebuah peternakan kecil, dan selama kunjungan ini ia melihat seorang petani memberi makan babi dengan cara yang sangat luar biasa. Petani itu akan mengangkat babi sampai dengan buah apel yang ada di pohon, dan babi akan makan apel dari pohon secara langsung.

Petani akan memindahkan babi dari satu pohon apel ke yang lain sampai babi itu puas, maka ia akan memulai lagi dengan babi lain. Pria kota melihat aktifitas ini untuk beberapa waktu dengan keheranan. Akhirnya, ia tidak bisa menahan diri berkata kepada petani,

"Ini adalah metode yang paling tidak efisien dari memberi makan babi. Berapa waktu yang akan dihemat jika Anda cukup mengguncang apel dari pohon sampai apel itu jatuh dan membiarkan babi memakannya di atas tanah?"

Petani itu tampak bingung dan menjawab, "Apakah artinya waktu untuk seekor babi?"

Berikan Aku Ciuman Terakhirmu

Category: Humor Umum

Seorang preman berwajah garang sedang mengendarai motor Harleynya, ketika melewati seorang gadis cantik bergaun panjang yang sedang berdiri di atas jembatan layang.

Ia menghentikan motornya dan bertanya : "Apa yang sedang kamu lakukan?"

Jawab sang Gadis : "Saya ingin bunuh diri..."

Mengambil kesempatan ini sang preman berkata: "Kalau begitu sebelum kamu melompat, berikan saya ciumanmu yang terakhir."

Sang gadis pun menciumnya. Setelah ciuman berakhir, sang preman dengan wajah berseri-seri berkata: "Mengapa kamu ingin bunuh diri? Ciumanmu begitu panas dan menggairahkan. Pasti banyak lelaki yg akan tergila-gila dengan ciumanmu ini."

Dengan sedih sang gadis menjawab : "Saya ingin bunuh diri karena orangtua dan keluarga saya menentang saya berpakaian dan berdandan seperti wanita..."

Antara Cinta dan Kentut

Category: Humor Umum

CINTA dan KENTUT tidak bisa ditahan, keduanya bisa menjadi lega bila terlaksana.

CINTA tertahan = Sengsara, KENTUT ditahan = Menderita

Kalau CINTA dan KENTUT keras bersuara, tentu perasaan kita lega.

CINTA terkesan malu-malu tapi mau, KENTUT bikin malu-maluin baunya.

CINTA tanpa rasa, bukan CINTA namanya, KENTUT tak berbau, bukan KENTUT namanya.

CINTA itu rapuh, KENTUT itu bau.

CINTA itu halus, KENTUT itu virus.

CINTA diam-diam membuat orang mabuk kepayang, KENTUT diam-diam membuat orang mabuk kepalang.

CINTA bagi kebanyakan orang muda, "Ahhh, CINTA monyet...!"
KENTUT didepan banyak orang, "Sialan, monyet lu...!"

CINTA dan KENTUT sama-sama sering dicari:
Kalau sudah CINTA: "Dimana engkau duhai kekasih?"
Kalo sudah KENTUT: "Siapa nih yang KENTUT? Hayoo, ngaku gak...?!!!"

CINTA berlebih membuat orang terbuai, KENTUT berlebih membuat orang terkulai.

CINTA menyatukan persepsi, KENTUT menyatukan emosi.

Mencari Kebahagiaan

Alkisah pada suatu senja temaram, tampak seorang perempuan cantik berusia empat puluhan, berpakaian indah dan santun, turun dari mobil mewah yang ditumpangi. Dengan wajah yang tidak bahagia, dia mendatangi rumah bibinya yang berada di pinggir kota, jauh dari keramaian.

Setelah melepas kangen, sambil menarik napas panjang, perempuan itu berkata, "Bibi. Setelah anak-anak besar, saya merasa kesepian dan tidak bahagia. Saya merasakan kehidupan yang hampa dan tidak bermakna lagi."

Sambil tersenyum bijak, tanpa berkomentar sedikit pun si bibi memanggil seorang perempuan, yang bekerja sebagai pembantu harian di rumah itu.

"Mbak Anik. Ini keponakan ibu. Datang dari kota ingin mendengar kisah bahagia. Nah, tolong diceritakan, bagaimana caranya menemukan kebahagiaan?"

Anik duduk di kursi yang ada di dekat perempuan itu, lalu mulai bercerita dengan gaya bahasanya yang lugu dan sederhana. Suaranya jernih dan jelas.

"Begini, Non. Saya pernah punya suami dan anak. Tetapi, suami saya meninggal karena kanker. Celakanya, tiga bulan kemudian putra tunggal saya menyusul bapaknya, meninggal ditabrak truk. Saat itu, saya tidak punya siapa pun. Saya enggak bisa tidur, enggak enak makan, enggak bisa tersenyum apalagi tertawa. Tiap hari selalu ada waktu untuk menangisi nasib saya yang jelek ini. Saya bahkan berpikir mau bunuh diri saja.

Lalu suatu malam, waktu pulang kerja, seekor kucing mengikuti saya. Karena di luar dingin, saya membiarkan anak kucing itu masuk ke dalam rumah. Saya memberinya susu, yang langsung habis diminum. Anak kucing itu mengeong dan menggosok-gosokkan badannya ke kaki saya. Untuk pertama kalinya dalam bulan itu, saya bisa tersenyum.

Saya sendiri merasa keheranan, lalu berpikir, jika membantu seekor anak kucing saja bisa membuat saya tersenyum, mungkin melakukan sesuatu untuk orang lain bisa membuat saya bahagia. Jadi, hari berikutnya, saya membuat kue pisang dan memberikannya ke tetangga yang lagi sakit dan tak bisa bangun dari tempat tidurnya. Dia sangat senang menerima pemberian saya dan kami pun sempat ngobrol dengan bahagia.

Setiap hari, saya mencoba berbuat baik, paling sedikit satu kali sehari berbuat baik. Karena yang saya rasakan, saat melihat orang lain bahagia, saya juga merasa bahagia. Hari ini, rasanya tidak ada orang yang bisa makan lahap dantidur pulas seperti saya. Saya menemukan kebahagiaan ketika bisa membahagiakan orang lain."

Mendengar cerita Anik, sontak perempuan kaya itu menangis. Ia sadar, ia punya segala sesuatu yang bisa dibeli dengan uang, tapi dia kehilangan hal-hal yang tak bisa dibeli uang. Kekayaan yang dipunyai ternyata tidak mampu membuatnya bahagia.

Kerabat Imelda....Syukur adalah magnet keberkahan! Dengan mensyukuri atas segala sesuatu yang telah kita miliki, maka kebahagiaan akan selalu mengalir di kehidupan kita. Sebaliknya jika kita tidak mampu menerima keadaan kita hari ini, sebagaimana adanya dan mensyukurinya, maka akan muncul "ketimpangan" batin. Akan terjadi gejolak ketidaknyamanan, ketidakbahagiaan, yang akan membawa kita pada penderitaan yang berkepanjangan.

Bisa bersyukur adalah "ilmu hidup" yang harus kita praktikkan. Kebahagiaan itu, bukan sekadar apa yang kita dapatkan, malah seringkali, mampu memberikan bantuan / pertolongan bagi orang yang memerlukan, dan hal itu pasti akan melahirkan kebahagiaan sejati yang alami.

SUMBER: Andrie Wongso - andriewongso.com

Masih Ada Pelangi Setelah Hujan

Orang bijak berkata, bahwa di setiap kehidupan yang kita jalani, selalu ada asam garam, pahit manis, suka dan duka. Masing-masing kejadian yang pernah kita alami selalu memiliki hikmahnya. Demikianlah yang selalu dirancang oleh Tuhan, di dalam kejadian burukpun kita masih mendapatkan sesuatu yang manis darinya.

Seringkali kita menyalahkan Tuhan, bilamana ada kejadian yang membuat kita merasa sedih dan kecewa. Apalagi jika kejadian tersebut berulangkali menimpa kita. Misalnya saja, Anda kehilangan pekerjaan karena suatu hal yang bukan kesalahan kita, kemudian kekasih Anda tiba-tiba menghilang dan kata putus yang diucapkannya, sialnya lagi handphone kesayangan raib dicopet orang. Mungkin saja kejadian itu menimpa Anda saat ini. Dan Anda merasa sebagai orang tersial di dunia.

Namun, lihat lebih dalam lagi, itu di sana ada sesuatu yang manis yang tersimpan rapi. Apakah Anda melihatnya? Suatu hal bahagia yang tertutup oleh rasa kecewa sehingga Anda sulit melihatnya. Pejamkan mata Anda, kini hal itu semakin terlihat jelas bukan. Mari kami bantu untuk melihatnya. Di setiap kejadian sulit yang Anda alami, Anda belajar banyak hal dari situ.

Anda boleh kehilangan pekerjaan, tetapi Anda pasti menemukan yang baru. Bayangkan saja jika Anda terus tinggal di tempat yang membuat Anda tidak nyaman dalam bekerja, bagaimana mungkin Anda mampu meraih semua impian Anda? Jika memang si dia ingin meninggalkan Anda, kini Anda tak perlu bertanya-tanya lagi mengapa si dia kurang perhatian kepada Anda, tak perlu juga Anda marah-marah kepadanya saat ia seringkali tak menepati janjinya, terbukti sekarang jika memang dia bukan yang terbaik untuk Anda.

Kalaupun handphone kesayangan Anda hilang di saat yang bertepatan, tak perlu menunggu lama. Seiring pekerjaan baru yang Anda songsong ada handphone tipe baru yang bisa Anda beli. Ya, mengapa tidak? Anda bisa meraih apa yang Anda ingin selama memang Anda memiliki niat yang kuat.

Lagipula percaya saja, bahwa Tuhan tak pernah meninggalkan kita dengan tangan kosong saat harus maju berperang. Pastinya tameng terkuat dan senjata tercanggih telah dipersiapkan-Nya. Jadi mengapa masih takut untuk maju? Yuk bangkit dari keterpurukan Anda, berdiri dan mulailah berjalan lagi. Masih banyak kerikil tajam di depan yang harus disapu dan disingkirkan.

SUMBER:Agatha Yunita - kapanlagi.com

Belajar Dari Kegagalan Sebuah Gol

Anda tentu kecewa saat tiba-tiba Anda gagal dalam sesuatu hal, entah dalam hubungan asmara atau pekerjaan. Dan tentu saja hal tersebut menimbulkan sebuah trauma dalam diri. Anda kemudian menyesali kegagalan yang Anda alami. Terus menerus bertanya di dalam hati mengapa hal itu sampai terjadi.

Menyesal. Boleh dan harus, tetapi bukan berarti membuat Anda harus larut dalam kesedihan. Kegagalan itu ada untuk membuat Anda lebih kuat. Bangkit, dan mencoba lagi sampai Anda bisa.

Jika Anda amati, saat para pemain bola berlatih. Tentu mereka tak serta merta mahir dalam mencetak gol-gol indah. Pada awalnya mereka akan melakukan pemanasan terlebih dahulu. Kemudian mereka belajar mengendalikan dan menggiring bola. Mereka juga belajar menembak bola ke dalam gawang. Dan di sinilah bagian yang sulit, karena tak setiap tendangan bisa tepat masuk ke gawang.

Selalu ada saja rintangan yang menghalangi Anda mencetak sebuah gol. Entah itu arah angin, pemain lain atau memang kurang cermat saja. Aneka gangguan tersebut juga muncul di dalam kehidupan Anda. Saat Anda berlatih, jatuh bangun dalam kegagalan, maka rintangan tersebut akan membuat Anda belajar lebih baik lagi di usaha ke depannya.

Memang sih melihat hal tersebut rasanya sederhana sekali menjalani hidup, tetapi bukankah hidup memang sederhana. Hanya kita saja yang kerap memilih jalan yang rumit.

Ingat, pemain profesional sekalipun selalu membutuhkan latihan berulang-ulang, mengalami kegagalan berkali-kali, namun di situlah mereka tumbuh menjadi pemain bola profesional yang tangguh. Yang mampu mencetak gol-gol indah dan membobol gawang lawan.

Sikap Anda sangat menentukan keberhasilan tendangan bola Anda. Jika ingin mencetak gol indah, maka Anda harus mau belajar dari sekian banyak kegagalan Anda.

SUMBER:kapanlagi.com